Bunda

Bunda….
Kepergianmu terlalu cepat

Belum sempat aku menjadi anak manis buatmu
Yang menuruti nasihat-nasihat muliamu
Yang selalu patuh pada larangan-laranganmu
Untuk kebaikan

Belum sempat kutunjukkan bangganya aku
Memiliki ibu sepertimu
Yang mampu mengukir tawa di tiap tangis sedihku
Yang mampu membuatku bangkit saat ku terjatuh
Yang memberiku semangat saat jiwaku rapuh

Bunda….
Kau mampu menyembunyikan dukamu saat aku melukaimu
Kau menangis saat malihat duka di wajahku

Bunda….
Belum sempat ku tampil sebagai anak yang berhasil di hadapanmu
Membuatmu tersenyum bangga
Seperti saudara-saudaraku yang lain

Kepergianmu terlalu cepat
Bahkan aku belum sempat mengecup pipimu saat itu kau minta
Mengatakan : “Aku sangat menyayangimu”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s