Kepergianmu….

Tak ada lagi yang mampu terucap
Di benak untaian kata tertumpuk
Makian, sedih, gelisah, takut….

Pandanganku mulai kabur
Kenapa mereka menangis?
Kenapa mereka histeris?
Saat mataku kering

Gelisahku menjadi
Takut mengalirkan arus dingin di darahku
Sedih membeku
Membeku dalam sedih
Perih sekali

Kenapa mereka menangis?
Atau di hadapku hanya topeng-topeng berserakan?
Tak mengertikah mereka betapa tersiksanya batinku?
Sendiri ‘kan kujalani
Tak mungkin lepas lagi

Begitukah caranya, Tuhan….
Namun kenapa harus seperti itu?

Saat kepergianmu kuhanya bisa teriak “Jangan!”
Dalam sepi sendiri berakhir senandung pujian
Tuhan sayangi dia….
Bebaskan beban….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s